Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelLatar belakang penelitian yang diambil oleh penulis adalah kondisi
perekonomian yang memburuk membawa dampak yang cukup penting bagi
kelangsungan usaha suatu perusahaan. Untuk mengatasi keadaan tersebut diperlukan
langkah-langkah perbaikan, misalnya restrukturisasi usaha. Salah satu bentuk
restrukturisasi usaha adalah merger. Ada dua cara yang dapat digunakan untuk
merger yaitu dengan menggunakan purchase method dan menggunakan pooling of
interest method. Penulis ingin membandingkan antara perlakuan akuntansi yang
umumnya menggunakan purchase method dengan perlakuan perpajakan untuk
merger yang menggunakan pooling of interest method.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan studi
kasus pada PT. "X" yang melakukan merger dengan PT. "Y", di mana yang bertahan
adalah PT. "X". Pengolahan data dilakukan dengan mengumpulkan data yang
diperoleh dari perusahaan dan laporan keuangan gabungan setelah merger baik
dengan menggunakan purchase method maupun pooling of interest method dibuat.
Setelah itu penulis mencari perbedaan-perbedaan antara kedua metode pencatatan
tersebut.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penulis berhasil membuktikan
adanya sejumlah perbedaan antara kedua metode pencatatan merger tersebut.
Perbedaan antara Purchase Method dan Pooling of Interest Method adalah bila
menggunakan Purchase method akan timbul Goodwill, nilai investasi berbeda, serta
aktiva dan kewajiban perusahaan yang diambil alih harus dinilai kembali dan kena
PPh final 10%. Bila menggunakan Pooling of Interest Method tidak kena PPh final
10%.