Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelDalam menghadapi kemajuan teknologi yang makin pesat, perusahaan-perusahaan
di Indonesia harus tanggap dalam mengikuti perkembangan teknologi.
Untuk itu, diperlukan proses transfer teknologi yang tepat. Perumusan masalah
dalam tugas akhir ini meliputi bagaimana penerapan transfer teknologi pada
delapan perusahaan manufaktur di Surabaya serta langkah perbaikan yang
diperlukan bagi perusahaan-perusahaan tersebut. Tujuan tugas akhir ini adalah
mengetahui sejauh mana penerapan transfer teknologi yang dilakukan serta
memberikan masukan bagi perusahaan sehubungan dengan transfer teknologi.
Metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan wawancara
dengan delapan responden (orang yang mengetahui seluk beluk perusahaan) untuk
mendapatkan data-data berkaitan dengan transfer teknologi. Data-data tersebut
diolah dan dianalisa dengan penekanan pada analisa kualitatif. Analisa kualitatif
dilakukan dengan membandingkan keadaan masing-masing perusahaan dengan
literatur serta melihat kecenderungan umum perusahaan-perusahaan dalam
melakukan transfer teknologi.
Hasil wawancara dan analisa menunjukkan bahwa tiga dari delapan
perusahaan sudah melakukan proses transfer teknologi secara utuh, yaitu PT.
Unilever, PT. Ekamas dan PT. Siantar Top. Ketiga perusahaan ini selain
menggunakan teknologi, juga telah melakukan proses inovasi teknologi baru yang
difokuskan dalam bentuk produk dan proses bukan technoware Jika transferee
ingin menjadi transferor, maka peningkatan kemampuan untuk menciptakan
technoware sendiri mutlak dilakukan. Jika tidak, lebih baik mentransfer saja dari
transferor. Kelima perusahaan lainnya belum mampu melakukan proses inovasi
teknologi baru karena keterbatasan dana dan SDM. Pemilihan mekanisme transfer
teknologi yang tepat menentukan suatu proses transfer teknologi. Penggunaan
mekanisme transfer teknologi yang banyak, tidak menjamin lengkapnya komponen
teknologi yang didapatkan oleh transferee. Perusahaan harus terlebih dahulu
mengindentifikasikan komponen teknologi yang dibutuhkan beserta kemampuan
teknologinya sebelum memilih mekanisme transfer teknologi. Hal ini untuk
menghindari terjadinya overlapping karena penggunaan mekanisme transfer
teknologi yang tidak tepat.