Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelPada dekade terakhir ini, kemajuan dalam bidang kelistrikan pesawat terbang
mengalami kemajuan yang sangat pesat. Peralatan dan perlengkapan listrik pada
pesawat dibuat dengan ukuran yang lebih kecil jika dibandingkan dengan sistem
konvensional. Peralatan tersebut dapat ditemukan pada setiap pesawat terbang modern
milik PT. Merpati Nusantara Airlines.
Dalara tugas akhir ini, studi dilakukan pada pesawat terbang Foker-27 di PT.
Merpati Nusantara Airlines dengan membahas alternaior 12 kVA, 115 V/208 V,
400 Hz, dengan torsi sebesar 15,79 N, 8000 rptn, yang dihasilkan dari mesin
berkapasitas 1369 kWh dengan konsumsi bahan bakar 0,486 kWh/lt untuk mencapai
jarak tempuh sejauh 1351 km dengan waktu tempuh selama 3,75 jam. Torsi yang
digunakan sebagian besar untuk menerbangkan pesawat dan hanya sebagian kecil
yang digunakan untuk menggerakkan alternator, yaitu sebesar 1,45 %. Alternator
pada pesawat ini digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik untuk sistera pemanas
yang meliputi extra cockpit heating (5,5 A), windshield de-Icing (7,5 A), dan power
unit de-icing yang meliputi air intake contmuous (3,5 A), air intake cycle (19,7 A)
serta propeller blade dan spinning cycle (24,2 A).
Peralatan yang digunakan pada pesawat tidak dapat digunakan pada instalasi
bangunan biasa, sebab pesawat menggunakan frekwensi 400 Hz dengan tegangan
sebesar 208 V.
Pesawat perlu dimodifikasi agar performanya dapat ditingkatkan sehingga
keamanan dan kenyamanan pada saat pesawat digunakan lebih terjamin.