Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelSalah satu alternatif terhadap bangunan-bangunan
bertingkat dewasa ini adalah pemakaian pondasi tiang. Aspek
terpenting pada pondasi tiang adalah masalah beban ultimate
(beban runtuh) yang dapat disebabkan oleh beberapa hal
antara lain akibat tanah dukung dibawah pondasi tidak mampu
lagi menahan beban di atasnya.
Penentuan beban ultimate merupakan hal yang sangat
penting, karena dengan diketahuinya besar beban ultimate
tersebut, maka kita dapat menentukan berapa besarnya beban
kerja (design load/working load) yang harus diberikan pada
pondasi tiang, supaya setelah beban kerja terlampaui maka
pondasi masih mempunyai angka keamanan yang cukup atau sesuai
yang direncanakan semula.
Metode-metode perhitungan beban ultimate yang dibahas
adalah berdasarkan data-data sondir, SPT, dan hasil dari
Test Pembebanan yang ditulis oleh para ahli. Masing-masing
metode perhitungan tersebut mempunyai keuntungan dan
kerugian tersendiri, sehingga perlu dicoba untuk
membandingkan tiap-tiap metode tersebut, khususnya tentang
masalah beban ultimate. Dari hasil perbandingan tersebut
akan dapat diketahui kelebihan dan kekurangan/kelemahan dari
tiap-tiap metode.
Setelah itu dapat dibandingkan perumusan-perumusan
statis (Sondir dan SPT) yang mana yang paling sesuai dengan
hasil yang diperoleh melalui Test Pembebanan.
Hasil perhitungan yang telah dilakukan terhadap 26 data
menunjukkan bahwa perumusan CONVENTIONAL (dari data Sondir)
dan perumusan oleh LUCIANO DECOURT (dari data SPT) adalah
perumusan-perumusan statis yang paling mendekati hasil yang
dicapai melalui Test Pembebanan.