Please take a moment to complete this survey below

Library's collection Library's IT development Cancel

Superplasticisers pengaruhnya terhadap beton

Admixture sebagai bahan tambahan dalam pembuatan beton,
diharapkan memperbaiki produksi beton di Indonesia,
yang karena faktor geologi dan geografis tidak mampu menghasilkan
agregat yang baik. Pemakaian semen pun dirasakan
terlalu boros dibanding dengan negara lain. Workability semakin berkurang dengan temperatur yang tinggi.
Penelitian mengenai admixture dilakukan untuk mengamati
pengaruhnya terhadap sifat beton dan keekonomisan produksinya, yaitu didasarkan atas pemakaian semen dan workability.
Admixture yang diuji adalah Sikament LN, SIKA.
Pengujian, nilai slump dilakukan untuk setiap campuran
beton dengan perubahan dosis admixture mulai dari nol sampai
1,7 persen berat semen. Semen, pasir, dan kerikil sebagai
bahan campuran berjumlah tetap untuk setiap campuran
percobaan. Proses pencampuran dilakukan pada saat agregat
dalam keadaan permukaan kering jenuh (saturated surface dry).
Penelitian pengurangan air beton dilakukan untuk mengetahui
besarnya reduksi air dengan dosis admixture yang
berbeda. Sebagai standard dipakai nilai slump campuran
normal tanpa admixture. Pada campuran yang diteliti pengurangan
airnya; jumlah semen, pasir, dan kerikil sesuai
dengan jumlah pada campuran normal.
Reduksi semen dilakukan sebanding dengan pengurangan
air pada campuran selanjutnya untuk mendapatkan campuran
dengan penghematan semen dan mutu sama dengan campuran normal. Nilai slump standard tetap dipakai untuk mengontrol
jumlah air terpakai. Campuran beton ini memakai admixture
dengan dosis sama pada reduksi air, untuk mempertahankan
nilai slump standard.
Sebagai penguji mutu beton, test kekuatan tekan beton
dilakukan pada setiap campuran dengan nilai slump sama. Untuk pemeliharaan beton menanti umur test, dilakukan pencelupan
beton dalam bak air menghindari proses penguapan.
Hasil pengujian slump menunjukkan bahwa dengan penambahan
admixture, workability beton semakin meningkat yang
menyebabkan pekerjaan pengecoran semakin mudah. Dengan penambahan
Sikament LN sebanyak 1,7 persen berat semen, nilai
slump meningkat dari 60 mm menjadi 210 mm.
Pemakaian air pada campuran beradmixture semakin mengecil
sehingga didapatkan beton dengan mutu yang tinggi. Pemakaian Sikament LN sebanyak 1,7 persen berat semen menyebabkan
resduksi air sebanyak 19 persen terhadap campuran
normal. Dengan demikian faktor air semen pun berkurang sebesar 19 persen.
Dengan adanya reduksi air sebesar 19 persen, campuran
penghematan semen dibuat dengan jumlah semen 81 persen dari
jumlah semula pada campuran normal. Untuk mencapai nilai
slump standard, terjadi pangurangan air sedikit lagi.
Hasil pengujian kekuatan tekan beton menunjukkan bahwa
dengan penambahan Sikament LN sebanyak 1,2 dan 1,7
persen berat semen terjadi kenaikan prestasi kekuatan beton
pada umur 3 hari, yaitu dari 0,55 menjadi 0,68 pada
campuran berkurang air 12,9 persen dan 19 persen, dibandingkan
dengan kekuatan tekan 100 persen pada umur 28 hari.
Sedangkan pada campuran berkurang semen 12,9 persen ,
dengan Sikament LN 1,2 persen berat semen, terjadi pres-
tasi kekuatan tekan beton 0 ,66 pada umur 3 hari.
Hasil lain dari test kekuatan, tekan beton menunjukkan
bahwa campuran beton dengan semen berkurang mempunyai kekuatan
tekan 118 persen dibandingkan kekuatan campuran nor-
mal dengan umur sama, 28 hari.
Hasil penelitian secara umum menyatakan bahwa admixture
Sikament LN berfungsi sebagai water-reducing admixture
dan high-early strength admixture.
Penelitian mengenai pengaruh-pengaruh lainnya pada
campuran beton masih harus dilakukan mengingat terbatasnya
kemampuan penulis.

Creator(s)
  • (2282045) NOER TJAHJONO
Contributor(s)
  • Ir. GIDEON HADI KUSUMA, M.Eng. → Advisor 1
Publisher
Universitas Kristen Petra; 1986
Language
Indonesian
Category
d3 – Diploma 3
Sub Category
Tugas Akhir
Source
Tugas Akhir No. 6 D; Noer Tjahjono (2282045)
Subject(s)
  • CONCRETE-ADDITIVES
  • CONCRETE-TESTING
File(s)

Similar Collection

by creator, contributor, or subject