Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelPenelitian untuk mengerjakan beton yang menghasilkan beton mutu tinggi
dengan menggunakan bahan/material yang ada di Indonesia sampai saat ini masih
terus berkembang sejalan dengan lajunya perkembangan teknologi yang semakin pesat. Penelitian tersebut sangat penting artinya untuk menunjang pembangunan
yang dewasa ini. Sedang digalakkan khususnya pembangunan di bidang konstruksi
beton, sehingga nantinya diharapkan dapat menghemat biaya dan waktu.
Bertitik tolak dari segi biaya dan waktu seperti tersebut di atas maka
penelitian mengenai Steam Curing perlu dilakukan untuk mendapatkan beton pada
umur dini sudah mempunyai kekuatan tekan yang cukup tinggi kurang lebih
mendekati kekuatan tekan pada umur 28 hari. Proses Steam Curing merupakan salah satu cara yang dianggap sangat efisien pada masa-masa sekarang ini, khususnya
bagi proses produksi beton pracetak- pratugan .
Untuk itu dalam tugas akhir ini akan dibahas mengenai apa dan bagaimana
proses steam curing itu. Proses steam curing merupakan proses perawatan
beton dengan cara mengalirkan uap panas pada beton tersebut, sedangkan proses
steam curing sendirl meliputi 4 tahapan; di mana tahap 1 adalah Delay atau
waktu penundaan. Tahap II adalah Pemanasan yaitu pemberian uap mula-mula
dengan suhu tertentu yang terus naik sesuai dengon bertambahnya waktu. Tahap
III adalah Curing yaitu pemberian uap pada suhu tetap dan konstan (sesuai dengan suhu yang telah direncanakan). Tahap IV adalah Pendinginan yaitu penurunan suhu hingga mencapai suhu ruangan. Pada masing-masing tahap memerlukan
waktu yang tidak sama, untuk itu purlu dicari waktu yang sangat optimum untuk
tiap-tiap tahap yang dapat menghasilkan beton dengan kekuatan tekan yang
tinggi. Berdasarkan hasil test dari benda uji kubus dapat diketahui bahwa untuk Steam curing dengan delay 3/4 jam dan lamanya steam 5 jam pada suhu 80 C
menghasilkan kekuatan tekan awal dan akhir yang sangat tinggi, kira-kira 60%
dari kekuatan tekan beton pada umur 29 hari dapat diperoleh pada umur 8 jam.
Pada penelitian ini digunakan super plasticiser dengan tujuan untuk
mempercepat kekuatan awal dan mengurangi penggeraan air tetapi masih tetap
workable (sesuai dengan slump rencana) sehingga bisa menambah kekuatan beton.
Dari beberapa keuntungan yang didapat dengan digunakannya sikament dikombinasikan dengan steam curing tentu akan menghasilkan beton dengan keku-
atan yang lebih tinggi, penggunaan waktu yang lebih singkat dan tentunya lebih
ekonomis karena penggabungan faktor-faktor yang menguntungkan dari kedua
cara tersebut.