Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelSistim jembatan komposit adalah suatu sistim yang
merupakan gabungan antara bahan yang mempunyai sifat dan
karakteristik yang berbeda. Dalam perencanaan jembatan
ini, kami menggunakan sistim komposit antara baja dan
besi, di mana sistim komposit dari kedua bahan ini akan
memberikan beberapa keuntungan antara lain:
- memperkecil dimensi dari balok baja, sehingga
mengurangi berat balok tersebut
- menambah kekakuan plat lantai
- memperbesar atau menambah kapasitas struktur.
Untuk analisa dan perencanaan tersebut digunakan
metoda elastis, di mana hukum Hooke masih berlaku dan
diagram tegangan regangannya masih linier.
Pada sistim jembatan komposit ini, digunakan balok
Castella (Honney Comb Girder) dari bahan baja WF sebagai
balok pendukungnya dengan tujuan untuk menghemat pemakaian
baja, serta tidak dipergunakannya pilar pendukung di tengah
bentangannya.
Balok Castella adalah pengembangan dari balok profil
I atau WF biasa di mana dilakukan peninggian penampangnya,
yang dilakukan dengan cara memotong balok profil I atau
WF tersebut secara zig-zag sepanjang garis netralnya,
kemudian potongan tersebut diangkat dan digeser, sehingga
gigi-gigi pada bagian atas dari masing-masing potongan bertemu dan gigi-gigi tersebut dilas sehingga menjadi
satu kesatuan. Kesatuan balok yang baru tersebut akan
mempunyai momen Inersia dan momen perlawanan yang lebih
besar dari balok aslinya.
Berdasarkan data tanah yang ada di desa Dayu Rejo
tersebut (data tanah terlampir) sebagai kepala jembatan
(Abutment) dipakai tipe Gravity Retaining Wall yang
terbuat dari batu kali, karena di daerah Dayu Rejo ini
banyak terdapat batu kali dan tidak perlu diberi pondasi
tiang pancang sebagai pier lagi karena tanah aslinya
mampu menahan retaining wall. Pada perencanaan ini, kami
bahas pula mengenai RAB (Rencana Anggaran Biaya) dari
proyek jembatan tersebut.