Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelDi Indonesia banyak limbah dari pabrik-pabrik yang belum dimanfaatkan
secara maksimal. Pada penelitian ini akan digunakan limbah dari pabrik
pengolahan besi tulangan bekas menjadi besi tulangan yang baru yang berupa
pasir besi dan memanfaatkannya sebagai campuran pasir pada material penyusun
lapis permukaan jalan.
Dengan menggunakan kadar aspal optimum yang didapat sebelumnya,
baru pada tahap pengujian berikutnya dipakai limbah pasir besi sebagai pengganti
agregat halus (pasir) dengan menggunakan kadar aspal optimum sebesar 7,23%.
Limbah pasir besi yang digunakan dan dicampur pada agregat halus (pasir) dicoba
sebesar 5%-10% dari berat agregat halus (pasir), kemudian dilakukan lagi tes
Marshall untuk menentukan persentase pasir besi yang optimum dengan kadar
aspal optimum yang telah didapatkan sebelumnya. Dari pengujian ini diperoleh
persentase penggunaan pasir besi yang optimum untuk dicampur pada agregat
halus (pasir) sebesar 9% dari berat agregat halus (pasir).
Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemakaian limbah pasir
besi sebagai bahan campuran sebesar 9% pada agregat halus (pasir) mampu
meningkatkan stabilitas campuran aspal beton sebesar 10% (1142 kg), air void
mengalami penurunan sebesar 13% (4,%), void filled mengalami peningkatan
sebesar 4,25% (78,881%) dan Marshall Quotient sebesar 18,79% (3,350 kg/mm).
Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa limbah pasir besi ini dapat dipakai
sebagai bahan pada campuran aspal beton.