Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelPergerakan waktu menunjukkan adanya pergeseran usia mayoritas pada populasi penduduk di Indonesia, akibat bertambahnya jumlah penduduk lanjut usia. Kerentanan lansia terhadap penyakit terutama demensia, meningkatkan kebutuhan akan fasilitas berdesain khusus, mengingat kemampuan fisik serta perilaku penderita yang berbeda dengan lansia non demensia. Tulisan ini akan membahas penerapan studi perilaku penderita demensia terhadap desain rumah sakit kelas C, dengan tujuan memaksimalkan kualitas hidup penderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan ini.
Jika dibandingkan dengan rumah sakit maupun panti pada umumnya, desain fasilitas bagi penderita demensia ini difokuskan pada kemudahan akses antar fasilitas yang dikehendaki dengan penempatan elemen-elemen wayfinding, pola sirkulasi dan tata letak fasilitas yang mendukung, sehingga penderita dapat mengakses fasilitas-fasilitas tersebut (rehabilitasi, dsb.) secara mandiri. Selain itu, faktor keamanan juga memiliki peranan penting demi mewujudkan kemandirian tanpa adanya kemungkinan bagi penderita untuk tersesat hingga “kabur” dari area perawatan.