Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelBahan alam memiliki potensi untuk menjadi bahan serat penguat untuk material biokomposit dan beberapa telah diaplikasikan secara komersial dalam industri otomotif contohnya seperti serat kayu, rami, hemp, kenaf, jute, dan sisal. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan limbah dari kacang mete yaitu bagian kulitnya yang direduksi ukurannya dalam bentuk serbuk kulit kacang mete. Serbuk tersebut digunakan sebagai filler polipropilena (PP) dengan penambahan Maleic Anhydride Polypropylene sebagai coupling agent yang digunakan untuk pembuatan biokomposit. Sampel biokomposit dibuat dengan variasi rasio persen berat serbuk kulit kacang mete terhadap MAPP/coupling agent, dan PP, yaitu 15/0/85, 20/0/80, 25/0/75, 15/1,5/83,5, 20/2/78, dan 25/2,5/72,5 % berat. Sifat mekanis yang diuji adalah flexural strength dengan standar ASTM D790-17 dan evaluasi stuktur mikro dengan SEM (Scanning Electron Microscopy). Penambahan serbuk kulit kacang mete sebanyak 15% berat dengan tambahan MAPP menghasilkan flexural strength 53,45 MPa dan peningkatan maksimum pada rasio komposisi 20% berat serbuk tanpa tambahan MAPP dengan hasil flexural strength 46,11 MPa. Oleh karena itu pada penelitan selanjutnya penelitan selanjutnya direkomendasikan pada bagian rasio 20% berat serbuk kulit kacang mete dengan MAPP untuk uji penyerapan air dan uji tahan panas.