Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelJawa Timur merupakan pusat perdagangan dan pariwisata yang sedang
berkembang pesat. Salah satu obyek pengembangan adalah Bandara Internasional.
Dalam pengembangannya diperlukan faktor-faktor pendukung, salah satunya
adalah catu daya listrik ke Bandara Internasional.
Beban listrik diperkirakan akan naik mencapai 2x beban semula, yaitu 5540
kVA menjadi 10300 kVA. Oleh sebab itu akan ditambah suplai listrik baru untuk
memenuhi keperluan Bandara Internasional tersebut. Suplai listrik di catu dari
Gardu Induk (GI) Rungkut dengan sistim 2 penyulang 20 kV menggunakan
Cubicle Double Incoming dengan Automatic Transfer Switch (ATS). Penyulang
Utama adalah Penyulang Rencana Bandara Juanda (SKTM sepanjang 2,097 kms)
dan Penyulang Standby adalah Penyulang Eksisting Angkasa Pura (SUTM
sepanjang 2,614 kms).
Voltage Drop Penyulang Angkasa Pura sebesar 0,21 (1,05 %) dan
Penyulang Rencana Bandara Juanda sebesar 0,2 (1 %), terjadi perbedaan 0,05 %
lebih bagus di Penyulang Rencana Bandara Juanda (Voltage drop lebih kecil),
sedangkan Losses untuk Penyulang Rencana Bandara Juanda lebih kecil
dibandingkan dengan Penyulang Angkasa Pura dengan selisih 0,1 %.
Ditinjau dari segi keandalan dengan standar, Penyulang Rencana Bandara
Juanda memiliki keandalan SAIDI sebesar 2,04 jam / tahun (standar SKTM =
4,36 jam / tahun) dan SAIFI sebesar 0,56 kali / tahun (standar SKTM = 1,2 kali /
tahun), berarti untuk SAIDI dan SAIFI masih memenuhi standar.