Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelHasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penambahan serbuk
baterai bekas sebanyak 0.15 % berat, 0.25 % berat, dan 0.30 % berat ternyata
tidak dapat meminimalisasi kecacatan porositas.
Analisa SEM dan EDAX pada spesimen dengan 0.30 % berat penambahan
serbuk baterai bekas menunjukkan adanya unsur C (karbon) sebanyak 34.76 %
berat. Adanya unsur C tersebut menyebabkan penebalan batas butir pada struktur
mikro tiap spesimen penambahan serbuk baterai bekas. Penebalan batas butir
tersebut disebabkan unsur C pada serbuk baterai bekas. Hasil ICP pada slag dari
spesimen 0.30 % berat penambahan serbuk baterai bekas menunjukkan
terdapatnya unsur mangan (Mn) sebanyak 6.60 % berat. Unsur Mn merupakan
sumber terpenting dalam pembentukan slag. Serbuk baterai cenderung berperan
sebagai fluxing berupa higroscopic flux yang lembab, hal tersebut dikarenakan di
dalam serbuk baterai bekas mengandung hidrogen sebanyak 4.85 % berat.
Higroscopic flux yang lembab menyebabkan penyerapan hidrogen yang dapat
menimbulkan timbulnya cacat porositas shrinkage.
Pengamatan struktur mikro pada spesimen penambahan serbuk baterai
bekas ditemukan ukurun butir relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan ukuran
butir ingot. Hal tersebut mengindikasikan kenaikan kekerasan sebesar 6 %.