Physical Collection
Digital Collection
Database / E-Book
Feedback
Collection Recommendation
Satisfaction survey
Please take a moment to complete this survey below
Library's collection
Library's IT development
Cancel
Penentuan faktor pengali untuk perencanaan pseudo elastis pada struktur rangka penahan momen daktail penuh
Author
Saputra, Rudiyanto Halim
Additional Author(s)
Soegiarto, Arief
Publisher
Surabaya: Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Sipil UK Petra, 2006
Language
Indonesian
ISBN
-
Series
Tugas Akhir No.11101449/SIP/2006
Subject(s)
BUILDING-EARTHQUAKE EFFECTS
REINFORCED CONCRETE CONSTRUCTION-RESEARCH
Notes
Appendix
Bibliography
Abstract
-
Physical Dimension
Number of Page(s)
xx, 109 p.
Dimension
30 cm.
Other Desc.
ill.
Summary / Review / Table of Content
No summary / review / table of content available!
Exemplar(s)
#
Accession No.
Call Number
Location
Status
1.
01487/06
(T) - 693.852 Sap P
Library - 8th Floor
Unavailable : Removed
Similar Collection
by author or subject
Perilaku seismik struktur rangka beton bertulang yang didesain dengan perencana pseudo elastis untuk wilayah gempa 1 dan 4 Indonesia
Studi tentang kapasitas lentur balok beton bertulang yang diperkuat dengan "carbon fibre raeinforced polymer (CFRP) strips" serta pengaruh panjang pengangkurannya
Evaluasi kinerja struktur 4 dan 10 lantai yang didisain berdasarkan capacity design pada SNI--03-2847-2002 dan pseudo elastis di wilayah 6 peta gempa Indonesia
Usulan metode pseudo elastis berdasarkan tingkat daktilitas dengan menggunakan kolom kuat yang diatur simetris terhadap sumbu x dan sumbu y
Studi tentang rentang periode ulang gempa pada tingkat kinerja damage control sistem rangka pemikul momen khusus (srpmk) struktur beton bertulang
Evaluasi perilaku seismik struktur rangka beton bertulang yang direncanakan tanpa cara kapasitas
Pengaruh karakteristik baja tulangan pada kapasitas momen lentur penampang kritis balok beton bertulang
Kinerja sistem rangka pemikul momen khusus pada bangunan tidak beraturan sesuai SNI 03-2847-2002 studi kasus: bangunan beton bertulang bercoakan sudut 20% di wilayah 2 peta gempa Indonesia