Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelPembangunan proyek infrastruktur berskala besar dan kompleks seperti proyek Jembatan Nasional Suramadu selalu dibayangi oleh risiko kegagalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko-risiko yang paling sering terjadi pada proyek Jembatan Nasional Suramadu, dan pengalokasian risiko-risiko tersebut berdasarkan kontrak konstruksi yang telah disepakati bersama. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan studi literatur dan pembagian kuesioner serta wawancara kepada pihak Owner dan Kontraktor. Pengambilan data dengan penyebaran kuesioner dilakukan kepada beberapa partisipan, yaitu 24 orang pihak Owner dan 10 orang pihak Kontraktor. Hasil pengolahan data didapat bahwa pada umumnya penilaian pihak Kontraktor relatif lebih tinggi dibandingkan dengan penilaian pihak Owner dalam hal frekuensi terjadinya risiko. Risiko faktor alam adalah risiko yang paling sering terjadi pada proyek Jembatan Nasional Suramadu. Sedangkan untuk pengalokasian risiko, sebagian besar risiko tidak dapat ditentukan pengalokasiannya, dan beberapa risiko tidak memiliki kesamaan penilaian diantara keduabelah pihak dikarenakan kurangnya pemahaman tentang kontrak konstruksi.