Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelDalam perkembangan dunia konstruksi yang semakin komplek dibutuhkan
suatu kontrol proyek tidak hanya pada tipe kontrol yang terfokus pada
transformasi seperti pada manjemen proyek tradisional, tetapi juga dibutuhkan
kontrol proyek yang memperhatikan aliran kerja. Seiring dengan suksesnya
penerapan sistem lean production dalam dunia manufaktur, dewasa ini mulai
dilakukan implementasi konsep lean dalam dunia konstruksi (lean construction),
salah satu alatnya yaitu sistem Last Planner, memiliki fungsi untuk melakukan
kontrol aliran kerja dan unit produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui bagaimana penerapan sistem Last Planner sebagai alat operasi
lapangan, mengetahui proses-proses yang mendukungnya, serta mengetahui faktor
penyebab dominan tidak terselesaikannya pekerjaan. Penelitian ini dilakukan
dengan studi kasus terhadap penerapan sistem Last Planner pada proyek
pembangunan apartment 18 lantai.
Penelitian ini telah dilakukan selama 26 minggu dengan 3 tahapan
penelitian, masing-masing dengan proses yang berbeda. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dengan melakukan shielding production dapat meningkatkan
rata-rata PPC (Percent Plan Complete) dari 46,99% menjadi 74,91%, kemudian
setelah ditambahkan proses daily meeting dan visualisasi schedule, PPC
meningkat menjadi 78,33%, kenaikan PPC juga disertai kenaikan progres aktual
mingguan, juga plan reliability dan aliran kerja yang lebih baik. Sedangkan faktor
penyebab dominan tidak terselesaikannya pekerjaan dalam proyek ini adalah
faktor: pre-requisite, labour, equipment dan other.