Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelDalam lingkungan kompetisi bisnis yang semakin ketat sangat sulit ditemukan
suatu badan usaha yang terus-menerus bertahan di posisi atas. Ketatnya persaingan dan dalam menghadapi perdagangan bebas nanti membuat setiap badan usaha berusaha mengikuti perubahan dan perkembangan yang terjadi. Ditambah lagi dengan adanya krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia, hal ini menyebabkan Semua badan usaha mengalami kesulitan untuk dapat survive atau bertahan hidup. Oleh karena itu suatu badan usaha harus mampu mencapai efisiensi biaya dan menghasilkan produk dengan kualitas yang baik.
PT "X" adalah badan usaha yang bergerak dalam bidang pembuatan keramik
dengan berbagai macam model seperti piring, gelas, potry dan yang utama adalah vas bunga. Selma ini PT "X" dalam menganalisis biaya berdasarkan pada biaya tetap, biaya variabel dan biaya manufaktur, sedangkan pengevaluasian kinerja hanya dilakukan dengan membandingkan penerimaan dan pengelwan saja Pengalokasian biaya tersebut belum dapat memberikan informasi mengenai competitive advantage badan usaha.
Dalam penelitian ini peneliti akan menganalisis biaya dengan menggunakan
analisis value chain yaitu dengan mengelompokkan biaya-biaya dan aktiva tetap di sepanjang jalur value chain berdasarkan pada aktivitas nilai, dimana biaya-biaya ditetapkan pada aktivitas-aktivitas yang memerlukannya, sedangkan aktiva tetap ditetapkan pada aktivitas yang menggunakannya dan ditetapkan berdasarkan nilai buku. Setelah itu diterapkan analisis cost driver secara kualitatif sebagai alat pengendali biaya.
Dengan menerapkan analisis value chain dan analisis cost driver secara tepat
diharapkan PT `"X " dapat menekan biaya-biaya yang dikeluarkan dan meniadakan biaya yang tidak memberikan nilai tambah.