Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelAgar dapat mendukung dan mengendalikan aktivitas-aktivitas dalam fungsi
penjualan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai badan usaha, maka
badan usaha perlu menciptakan struktur pengendalian intern yang memadai, yang
dihasilkan dari penerapan sistem informasi akuntansi yang sesuai dengan badan
usaha tersebut. Struktur pengendalian intern yang memadai dalam sistem informasi
akuntansi dapat menghasilkan informasi yang cepat, tepat, akurat, dan dapat
diandalkan serta dapat melindungi harta badan usaha dari pemborosan, kecurangan,
dan kerugian lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut, masalah yang diangkat
penulis dalam penelitian ini adalah bagaimanakah sistem informasi akuntansi dalam
fungsi penjualan telah diterapkan oleh PT. Romos Inti Cosmetics Industries, dengan
fokus penelitian struktur organisasi dan job description, sistem informasi akuntansi
pada fungsi penjualan dan distribusi formulir.
Jenis penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian deskriptif
berupa studi kasus dengan obyek penelitian PT. Romos Inti Cosnetics Industries.
Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan sumber data yang digunakan
adalah data internal. Metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah
studi pendahuluan, studi lapangan dan studi kepustakaan. Dalam studi lapangan,
penulis menggunakan tiga cara, yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi.
Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif.
Berdasarkan analisis dan pembahasan, diketahui bahwa struktur pengendalian
intern dari penerapan sistem informasi akuntansi pada fungsi penjualan PT. Romos
Inti Cosmetics Industries telah memadai di beberapa bagian antara lain: adanya
pemisahan tanggung jawab fungsional, pembuatan formulir surat pesanan, surat jalan
dan bukti kas masuk. Dan yang belum memadai antara lain: pemberian wewenang
kepada salesman untuk melakukan otorisasi kredit, tidak adanya bagian yang
memberi otorisasi kredit, perangkapan fungsi penjualan dengan penagihan, kebijakan
retur penjualan yang dapat menciptakan peluang bagi pelanggan untuk melakukan
kecurangan.