Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelPT. HMS adalah sebuah industri manufaktur yang memproduksi rokok, yang
produknya terdiri atas sigaret kretek tangan (SKT), sigaret kretek mesin (SKM), dan
sigaret putih mesin (SPM) dengan menggunakan bahan dasar serta bahan pelengkap
berupa tembakau, cengkeh, saus dan wrapping material (kertas dan filter). Agar
produksi tidak terhambat, perlu adanya gudang untuk menyimpan bahan baku
tersebut. Dalam hal ini, PT. HMS mempunyai lokasi supplier (gudang) yang berbeda-beda,
dimana tobbaco blend terletak di Central Plant, Pandaan; cengkeh di Central
Plant, Pandaan dan Buduran, Surabaya; dan wrapping material di gudang D.,
Surabaya. Sedangkan untuk produsen (pabrik) terbagi atas SKT yang terletak di
beberapa tempat antara lain Rungkut I, Rungkut II, Taman S., Kedung Baruk, TPO
{thirdparty organization) Ngantang, TPO Brodong, TPO Bojonegoro, TPO Malang,
TPO Mojokerto, TPO Pekalongan; sedangkan SKM dan SPM berada di Central Plant,
Pandaan. Untuk lokasi pooling, terletak di Rungkut I sebagai External Material
Transportation dan di Pandaan sebagai Internal Material Transportation. Sedangkan
jumlah kendaraan pada External Material Transportasi adalah 10 unit kendaraan
untuk distribusi tobbaco blend serta cengkeh dan 5 unit kendaraan untuk distribusi
wrapping material. Dengan adanya beragam bahan dasar serta bahan pelengkap yang
digunakan pada pembuatan rokok dan lokasi antara supplier (gudang) dengan
produsen (pabrik) yang berbeda, maka diperlukan sistem transportasi yang baik agar
suplai untuk produksi rokok tidak terhambat dan dapat dipenuhi dengan baik.
Dalam melaksanakan Tugas Akhir ini, penulis memberikan masukan dan
usulan kepada pihak perusahaan akan lokasi pooling untuk External Material
Transportation yang terbaik menjadi alternatif pemecahan masalah. Metode yang
digunakan adalah metode simulasi komputer. Untuk melakukan metode tersebut
dipakai program PROMODEL sebagai alat pembantu.
Berdasarkan hasil simulasi, diketahui bahwa lokasi pooling untuk alat angkutan
tobbaco blend berada di Pandaan, dengan jumlah kebutuhan kendaraan sebesar 6 unit
dan alat angkutan wrapping material berada di Taman S, dengan jumlah kebutuhan
kendaraan sebesar 2 unit. Sedangkan penghematan biaya bahan bakar yang bisa
dilakukan sebesar Rp. 537,831.66 per minggu.
Agar dapat mencapai tujuan ini, perlu adanya suatu struktur organisasi dan
standar prosedur operasional yang mendukung. Untuk itu, penulis mencoba untuk
merancang struktur organisasi dan standar prosedur operasional, agar dalam
melakukan pekerjaan pada departemen Material Transportation dapat secara benar
dan terarah.