Please take a moment to complete this survey below

Library's collection Library's IT development Cancel

Perbandingan analisa struktur dengan metode pembebanan bertahap menggunakan program GT-STRUDL dan program Etabs

Analisa struktur dengan metode pembebanan bertahap lebih tepat digunakan
pada bangunan bertingkat tinggi. Dengan pembebanan bertahap maka akan
didapatkan hasil analisa yang lebih sesuai dengan keadaan yang sebenarnya di
lapangan.
Penggunaan program analisa struktur tidak dapat dihindarkan untuk
menganalisa suatu bangunan bertingkat tinggi. Dengan bantuan program analisa
struktur maka pekerjaan akan dapat diselesaikan lebih cepat, lebih ekonomis, dan
lebih tinggi tingkat ketelitiannya dibandingkan perhitungan manual oleh manusia.
Penelitian ini membandingkan hasil analisa struktur dengan metode
pembebanan bertahap antara prc gram GT-STRUDL dan program ETABS. Program
GT-STRUDL dipilih karena memiliki fasilitas untuk melakukan analisa struktur
dengan metode pembebanan bertahap, sedangkan program ETABS dipilih karena
banyak digunakan oleh para pe encana struktur. Program ETABS tidak memiliki
fasilitas untuk melakukan analisa struktur dengan metode pembebanan bertahap
secara langsung.
Penelitian ini meninjau dua bangunan, yaitu bangunan berlantai 10 yang
mewakili portal terbuka dan bangunan berlantai 30 dengan dinding geser. Pada
setiap bangunan dilakukan tiga macam analisa struktur, yaitu : analisa dengan
program ETABS dimana pelat lantai dianggap sebagai diafragma yang kaku pada
bidangnya, analisa dengan program GT-STRUDL dimana pelat lantai sebagai
diafragma yang kaku pada bidangnya, dan analisa dengan program GT-STRUDL
dimana pelat lantai tidak dianggap sebagai diafragma yang kaku pada bidangnya
(sesuai dengan asumsi sebenarnya dari program GT-STRUDL). Ketiga macam
analisa tersebut dilakukan karena adanya perbedaan asumsi pelat lantai antara
program GT-STRUDL dan pro 3Tam ETABS.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya-gaya dalam hasil analisa
struktur dari program GT-STRUDL dan program ETABS tidak terlalu jauh berbeda.
Perbedaan yang timbul secara keseluruhan masih dalam batas yang wajar. Hal ini
juga menunjukkan bahwa pertedaan asumsi kekakuan pelat lantai dan dinding geser
antara program GT-STRUDL Ian program ETABS untuk penelitian ini tidak terlalu
berpengaruh terhadap hasil analisa struktur secara keseluruhan.

Creator(s)
  • (21494110) RIDWAN TJOKROUTOMO
  • (21494162) ERNI INDRIYANI
Contributor(s)
  • Benjamin Lumantarna → Advisor 1
  • Prasetio Sudjarwo → Examination Committee 1
Publisher
Universitas Kristen Petra; 1999
Language
Indonesian
Category
s1 – Undergraduate Thesis
Sub Category
Skripsi/Undergraduate Thesis
Source
Skripsi No. 894/SIP/1999; Ridwan Tjokroutomo (21494110), Erni Indriyani (21494162)
Subject(s)
  • STRUCTURAL ANALYSIS-COMPUTER PROGRAMS
File(s)

Similar Collection

by creator, contributor, or subject