Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelPT. Salim Brothers Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak dalam
bidang produksi sepatu. Perencanaan sistem persediaan bahan baku sangat penting
dalam produksi ini, karena produk sepatu terdiri dari berbagai jenis bahan baku.
Sistem persediaan bahan baku yang diterapkan oleh perusahaan masih berdasarkan
intuisi, sehingga biaya persediaan yang dikeluarkan tidak minimal. Oleh karena itu,
perlu dilakukan perancangan sistem persediaan bahan baku agar dapat
miminimumkan biaya yang dikeluarkan untuk pemesanan dan penyimpanan bahan
baku. Selain itu, sistem informasi dalam perusahaan juga berpengaruh terhadap
kelancaran perencanaan produksi. Dan sistem informasi yang diterapkan dalam
perusahaan ini seringkali menimbulkan ketidakakuratan arus informasi. Sehingga
perlu dilakukan perancangan sistem informasi yang dapat mereduksi permasalahan
dalam pertukaran informasi.
Perancangan sistem persediaan ini meliputi peramalan yang dilakukan dengan
metode Dekomposisi Aditif, perhitungan waktu baku sebagai lead time produksi,
pembuatan Bill of Material, perhitungan biaya persediaan dengan metode Lot for Lot
(metode yang digunakan perusahaan), metode Wagner-Whitin dan metode Silver
Meal. Kemudian dilakukan penyusunan tabel MRP berdasarkan total biaya
persediaan terkecil. Perancangan sistem informasi dilakukan dengan sistem database,
pada prosedur-prosedur yang berkaitan dengan sistem perencanaan bahan baku,
dimulai dari perancangan sistem persediaan, penerimaan order, pemesanan bahan
baku, penerimaan dan pengeluaran bahan baku.
Setelah melalui pengolahan data, diperoleh hasil bahwa sistem persediaan
bahan baku yang menghasilkan biaya persediaan terkecil adalah Lot for Lot untuk
beberapa komponen dan metode Wagner-Whitin untuk komponen lainnya. Dengan
demikian sistem persediaan bahan baku usulan dapat mengurangi biaya persediaan
sebesar Rp. 1.329.601. Sistem informasi yang dirancang dengan database dapat
mengurangi kesalahan akibat faktor manusia, sehingga dapat membantu kelancaran
perencanaan produksi.