Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelBisnis properti dalam snafu wilayah terpengaruh dengan keadaaan ekonomi makro
wilayah tersebut. Hal ini mendasari penelitian untuk mencari hubungan antara beberapa
indikator ekonomi yang pen ting, yaitu inflasi (xl), suku btinga (x2), kurs (x3), dan produk
domestik regional bruto/PDRB (x4), terhadap tingkat penjualan rumah, khususnya nrnah
yang dibeli dengan menggiinakan fasilitas KPR (Kredit Pemilikan Rumah), baik yang
bersubsidi maupun komersial. Dugaan kolinieritas antara Inflasi dan suku bunga akan diuji
dalam penelitian ini. Siklus penjualan rumah juga akan diamati dalam penelitian ini.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data tersebut
diperoleh dari beberapa lembaga pemerintahan dan lembaga keuangan. Lembaga-lembaga
tersebut adalah Bank Indonesia (BI), Bank Tabungan Negara (BIN), Badan Pertanahan
Nasional (BPN), dan Biro Pusat Statistik (BPS). Metode yang digunakan untuk menganalisis
data penelitian dan mencari hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat adalah
analisis regresi.
Berdasarkan data KPR bersubsidi dari BIN diperoleh jangka waktu siklus adalah ?
6 tahun dati berdasarkan hasil analisis data penelitian dengan bantuan program SPS-2000
didapatkan kesimpulan tidak terbuktinya dugaan kolinieritas antara inflasi dan suku bunga.
Sumbangan efektif terbesar untuk variabel terikat KPR Bersubsidi berasal dari variabel
PDRB. Sumbangan efektif terbesar untuk variabel terikat KPR Komersial dan SHGB berasal
dari variabel kurs. Persamaan regresi yang menunjukkan hubungan antara keempat variabel
bebas dengan variabel terikat KPR Bersubsidi (y1), KPR Komersial (y2), dan rumah baru
berdasarkan penerbitan SHGB dari BPN ( y3) secara berurutan dapat dilihat di bawah ini:
y , = 223,369 + 4,214 x l - 66,530 x2 + 0,008 x3 + 0,942 x4 ? 423,751
y 2= - 9,587 + 13,434x1 - 7,003x2 + 0,558x3 + 0,544 x4 ? 84,182
y j= -121,296+ 0,599x1 + 2 2 ,3 7 3 x 2 -0 ,0 0 6 x 3 + 0,0002 x4 ? 73,608
Bila dilihat dari seluruh koefisien persamaan regresi di atas, terlihat bahwa variabel inflasi
dati PDRB berkorelasi positif dengan seluruh variabel terikat. Suku bunga berkorelasi negatif
dengan y i dan y 2 tetapi berkorelasi positif dengan y s. Kurs berkorelasi positif dengan y , dan
y 2 tetapi berkorelasi negatif dengan y 3.
Kata kunci: inflasi, suku bunga, kurs, PDRB, KPR, tingkat penjualan rumah