Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelSisa Pembakaran Tungku Baja dan Sisa Pembakaran
Karbit merupakan limbah industri yang hingga saat ini
belum dimanfaatkan.
Penambahan Sisa Pembakaran Tungku Baja dan Sisa
Pembakaran Karbit sebagai bahan stabilisasi, diharapkan
nantinya dapat merubah sifat -sifat tanah asli yang
kurang baik menjadi tanah dengan kondisi baru yang
memiliki sifat -sifat teknis yang menguntungkan.
Kenyataan ini dapat ditandai dengan adanya peningkatan
daya dukung tanah, perubahan volume yang kecil serta
memiliki kemantapan bentuk yang stabil.
Stabilisasi Tanah dengan Sisa Pembakaran Tungku
Baja dan Sisa Pembakaran Karbit sangat cocok bila
dilakukan terhadap tanah liat yang mengandung bahan
Pozzolan seperti unsur Silikat ( Si02 ) dan unsur
Aluminat ( A1203 ), yang nantinya akan menyebabkan
terjadinya reaksi Pozzolanic.
Di dalam penelitian ini digunakan dua contoh
tanah yang diperoleh dari lokasi perumahan Darmo
Harapan dan lokasi perumahan Kutisari Indah. Alasan
digunakannya dua macam tanah ini didasarkan pada jumlah
kandungan bahan pozzolan yang terkandung di dalamnya
adalah sangat memenuhi syarat. Hasil penelitian unsur-unsur kimia diperoleh dari Laboratorium Penelitian dan
Pengembangan Balai Penelitian dan Perindustrian Jawa
Timur.
Uraian umum tentang Stabilisasi Tanah dengan
Sisa Pembakaran Tungku Baja dan Sisa Pembakaran Karbit
dibahas pada Bab I.
Penjelasan mendetail tentang Stabilisasi Tanah
dengan Sisa Pembakaran Tungku Baja dan Sisa Pembakaran
Karbit beserta pengaruhnya terhadap tanah disajikan
pada Bab II.
Pada Bab III akan dijelaskan mengenai percobaan-percobaan laboratorium.
Perbandingan campuran yang digunakan di dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut: 75 % berat
tanah kering dicampur dengan 25 % berat kering campuran
Sisa Pembakaran Tungku Baja dan Sisa Pembakaran Karbit.
Perbandingan berat campuran antara Sisa Pembakaran
Karbit dan Sisa Pembakaran Tungku Baja adalah 1:4 ; 1:3
; 3:7 ; 3:5. Prosentase kandungan Sisa Pembakaran
Karbit terhadap berat kering udara tanah asli dari
campuran 1:4 ; 1:3 ; 3:7 ; 3:5 berturut - turut adalah
: 6,67 % ; 8,34 % ; 10 % ; 12,5 % .
Lama curing benda uji dilakukan pada usia 3 jam,
7 hari, 28 hari, 56 hari untuk percobaan Unconfined
Compressive Strength, sedan gkan untuk percobaan CBR dilakukan pada usia 3 jam, 7 hari dan 28 hari. Peranan waktu curing amat mempengaruhi nilai
Strength baik pada Unconfined Compressive Strength
maupun pada CBR. Berdasarkan penelitian yang dilakukan,
baik untuk percobaan Unconfined Compressive Strength
maupun percobaan CBR, ternyata pada campuran 3:7
merupakan campuran optimum yang memberikan hasil yang
memuaskan untuk kedua contoh tanah. Diskusi hasil - hasil percobaan laboratorium
dibahas pada Bab IV. Kesimpulan dan saran dibicarakan
pada Bab V, serta metode pelaksanaan dilapangan
dijelaskan pada Bab VI.