Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelDengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5 %, Jawa Timur memerlukan
pertumbuhan listrik sebesar 2 x 5 % = 10 %. Dengan semakin meningkatnya
kawasan - kawasan Industri yang ada di Propinsi Jawa Timur maka dituntut suatu
keandalan didalam supply akan listrik terutama di sisi pelanggan. Salah satu cara
meningkatkan keandalan tersebut adalah dengan menggunakan Cubicle Double
Incoming.
Perencanaan untuk mengubah setting pada Penyulang satu ke Penyulang
dua diperlukan untuk mencapai efektifitas yang lebih baik, hal ini dikarenakan
dengan menggunakan setting Penyulang 1 dan Penyulang 2 maka pelanggan
hanya akan mengalami padam sekali saja untuk gangguan satu kali
Load Faktor dibutuhkan untuk setting Penyulang 1 dan Penyulang 2
sehingga waktu gangguan tidak ada masalah jika sewaktu-waktu akan pindah di
suatu penyulang. Load Faktor Penyulang Siwalankerto adalah 0.3519 sedangkan
Penyulang Jemursari adalah 0.4665.
Dengan penerapan setting Penyulang 1 dan 2 diperoleh bahwa
optimalisasi keandalan Penyulang Siwalankerto menjadi lebih tinggi, yaitu dari
SAIDI 6.7364 jam / tahun dan SAIFI 1.026 kali / tahun menjadi SAIDI 6.2605
jam / tahun dan SAIFI 0.954 kali / tahun. Sedangkan untuk Penyulang Jemursari
yaitu dari SAIDI 3.7402 dan SAIFI 1.026 menjadi SAIDI 2.808 dan SAIFI 0.954.
Standar SAIDI adalah 21 jam / tahun sedangkan SAIFI-nya adalah 3.2 kali /
tahun.