Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelIndustri makanan dan minuman di Indonesia terus berkembang. Hal ini terjadi
atas dasar perubahan gaya hidup dan perilaku konsumtif masyarakat. Dewasa ini,
masyarakat memiliki kebiasaan makan di restoran dengan suasana interior yang
menarik. Tak hanya kualitas makanan, pengalaman menyantap hidangan kini juga
diutamakan. Pengusaha kuliner dalam menanggapi perubahan tersebut dituntut
untuk membangun strategi bisnis kreatif dalam menciptakan dining experience yang
memuaskan. Tujuan perancangan ini adalah merancang interior Palace Fine Cuisine &
Ballroom dengan menerapkan Teknik Multi Sensory Branding untuk menciptakan
dining experience yang khas. Teknik ini menstimulasi indra manusia untuk
meningkatkan imajinasi dan persepsi, sehingga tercipta ikatan emosional antara brand
dan konsumen. Metode perancangan ini adalah Design Thinking dengan enam tahap
yaitu Understand, Observe, Point of View, Ideate, Prototype, dan Test. Hasil
perancangan ini adalah desain interior Palace Fine Cuisine & Ballroom dengan
penerapan Multi Sensory Branding, yang diimplementasikan pada setiap ruang secara
spesifik sesuai dengan tujuan dan fungsi. Multi Sensory Branding terbukti dapat
menciptakan ikatan emosional dengan pelanggan melalui hasil tanggapan beberapa
responden terhadap prototipe desain.