Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelHipotesis overreaction memprediksikan bahwa dalam masa pengujian, saham
yang masuk kategori loser (biasanya mempunyai return rendah) justru akan mempunyai
abnormal return yang tinggi. Kebalikannya, saham yang mempunyai return tinggi yang
masuk kategori winner justru akan mempunyai abnormal return yang rendah.
Pada penelitian ini, fenomena market overreaction di Bursa Efek Jakarta
dihubungkan dengan market anomaly yaitu size effect. Anomali size effect menjelaskan
bahwa return pada perusahaan kecil cenderung lebih besar walaupun sudah disesuaikan
dengan resiko. Untuk pengukuran besaran perusahaan digunakan nilai kapitalisasi pasar
(market capitalization). Perbedaan besaran perusahaan menyebabkan perbedaan pada
publikasi laporan keuangan. Adanya perbedaan publikasi laporan keuangan menjadi salah
satu pemicu terjadinya market overreaction, sehingga antisipasi pasar belum pasti sama
untuk berbagai besaran perusahaan.
Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa harga
saham mingguan dan Indeks LQ-45 periode 1999-2003. Dengan menggunakan data
mulai Januari 1999 sampai Desember 2003, maka didapatkan 19 sub periode penelitian
yang masing-masing terdiri dari sub-periode pembentukan portfolio dan sub periode
pengujian portfolio. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa market overreaction
terjadi di Bursa Efek Jakarta dan perbedaan besaran perusahaan mempengaruhi terjadinya
market overreaction.