Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelSate ayam merupakan salah satu makanan tradisional yang dilestarikan
masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Timur. Akan tetapi makanan tradisional
tersebut khususnya sate, bisa dikatakan mulai dilupakan oleh masyarakat
Indonesia dikarenakan hanya dijual di tempat-tempat tertentu yang mungkin
sebagian masyarakat Indonesia sulit untuk menjangkaunya.
Salah satu sate ayam yang cukup dikenal di Surabaya yaitu sate ayam
kampung Lisidu yang bertempat di Jalan Barata Jaya XIX No 58 yang didirikan
pada 9 Juni 1997. Sate ayam kampung Lisidu pernah dijadikan menu resepsi
kenegaraan di Istana Negara Jakarta pada 17 Agustus 2005 bertepatan dengan hari
ulang tahun Republik Indonesia ke 60.
Listianto selaku owner memiliki misi dan visi yang kuat. Itu semua
dikarenakan untuk kelangsungan hidup dan tujuan dari usaha tersebut dibangun.
Misi dari sate ayam kampung Lisidu adalah mensederajatkan makanan tradisional
dengan makanan impor, dimana ekstensinya dapat dikembangkan mengarah ke
franchise. Sedangkan visi dari sate ayam kampung Lisidu adalah melestarikan
budaya makanan tradisional.
Sate ayam kampung Lisidu disajikan dengan cara yang berbeda, prosedur
pemilihan bahan baku, pengolahan sampai siap disantap pun dilakukan dengan
tata cara dan aturan main yang ekstra ketat. Hampir semua bahan baku dipilih
dengan kualitas terbaik. Sujen (tusuk sate) saja didatangkan dari Pacitan, gula
merah dari Kediri dan kacangnya didatangkan langsung dari Tuban.
Pelanggan dari sate ayam kampung Lisidu ini bersifat loyal, pelanggan
jenis ini membeli sesuatu karena faktor prestise dan kepuasan. Sate ayam
kampung Lisidu tidak mengandung lemak, layak dikonsumsi oleh semua etnis
dan semua pemeluk agama.
Sate ayam kampung Lisidu mengkomunikasikan mereknya pada
masyarakat melalui radio, brosur dan sample. Hal ini dilakukan Listianto, agar
sate ayam kampung Lisidu dapat melekat dalam benak konsumen sebagai sate
ayam kampung yang mampu memberikan kepuasan, kenyamanan dan prestise
pada setiap pelanggan dan konsumen.
Pesaing langsung dari sate ayam kampung Lisidu tidak ada, karena pada
saat ini penjual atau pengusaha sate ayam pada umumnya tidak mampu
memberikan kualitas yang sama dengan sate ayam kampung Lisidu dalam segi
bahan baku sate, pelayanan, harga dan tempat yang ditawarkan pada konsumen.
Peneliti ingin membuat struktur manajemen perusahaan yang lebih
profesional, sehingga setiap karyawan dalam perusahaan bekerja sesuai dengan
keahliannya masing-masing. Hal ini sangat berguna apabila sate ayam Lisidu
ingin go national (Indonesia) dengan sistem franchise.