Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelSalah satu metode desain struktur di daerah gempa yang biasa dipakai
adalah Desain Kapasitas yang mengharapkan pola keruntuhan Beam Side Sway
Mechanism sehingga kolom harus direncanakan lebih kuat dari balok (Strong
Column Weak Beam). Dalam Desain Kapasitas, perencanaan kolom dilakukan
setelah perencanaan balok selesai dilakukan. Pseudo Elastis menawarkan suatu
alternatif lain dalam mendesain. Kelebihan dari Pseudo Elastis adalah memiliki
skema desain yang lebih singkat daripada Desain Kapasitas. Perencanaan kolom
tidak berdasarkan kapasitas balok, tetapi menggunakan gempa nominal yang
diperbesar dengan sebuah Faktor Pengali (FP). Struktur yang didesain secara
Pseudo Elastis memiliki pola keruntuhan yang berbeda dari pola keruntuhan yang
dimiliki Desain Kapasitas. Pola keruntuhan yang diharapkan adalah Partial Side
Sway Mechanism. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kinerja struktur dan juga
efisiensi desain tulangan Pseudo Elastis bila dibandingkan dengan Desain
Kapasitas yang sudah sering digunakan.
Untuk menguji kinerja kedua metode tersebut, bangunan 10 lantai
didesain dengan metode Pseudo Elastis dan Desain Kapasitas, kemudian
dianalisis dengan analisis Nonlinear Static Pushover dan Non-Linear Time
History. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perumusan FP menghasilkan pola
keruntuhan yang aman. Sedangkan untuk efisiensinya, Pseudo Elastis lebih efisien
daripada Desain Kapasitas karena dengan performa yang sama baiknya, berat
tulangan yang diperlukan untuk Desain Kapasitas lebih besar daripada Pseudo
Elastis.