Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelProyek kontruksi tentu dilaksanakan sesuai dengan rencana pelaksanaan yang
disusun berdasarkan surat perjanjian, syarat umum kontrak, syarat khusus kontrak,
dan spesifikasi teknis. Pada perencanaan tersebut telah ditentukan kapan proyek
harus dimulai dan kapan proyek tersebut harus selesai. Pada setiap proyek
konstruksi, tentu seluruh pihak yang terlibat menginginkan proyek tersebut selesai
tepat waktu sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sebelumnya, namun pada
kenyataannya tidak ada proyek yang dapat mencapai kondisi ideal, seluruh proyek
memiliki hambatannya masing-masing dan terkadang berujung pada
keterlambatan penyelesaian proyek tersebut. Bila terjadi keterlambatan maka
kerugian yang ditimbulkan bukan hanya waktu namun juga biaya karena tentu
terjadi peningkatan penggunaaan sumber daya yang ada, hal ini sering kali
berujung pada konflik, maka seluruh proyek perlu mengetahui penyebab
keterlambatan yang terjadi. Faktor-faktor keterlambatan proyek perlu diketahui
agar seluruh pihak yang terlibat dapat mengurangi dan menghindari hal tersebut
yang akan terjadi dalam proyek. Pada penelitian ini diperoleh faktor-faktor mana
saja yang menjadi penyebab keterlambatan suatu proyek konstruksi, baik faktor
yang sering terjadi maupun yang paling berdampak pada proyek bila hal tersebut
terjadi. Penelitian ini dilakukan dengan kuesioner yang disebarkan pada sejumlah
perusahaan kontraktor yang berada di Surabaya, selain itu juga dilakukan
wawancara pada 2 proyek gedung tinggi di Surabaya. Hasil kuesioner ditemukan
bahwa faktor yang memiliki frekuensi tertinggi sama dengan faktor yang memiliki
dampak tertinggi yaitu banyaknya perubahan pekerjaan. Banyaknya perubahan
pekerjaan merupakan compensable delay yang berarti kontraktor berhak untuk
meminta kompensasi tambahan bila hal ini terjadi dalam suatu proyek konstruksi.