Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah efek perceived risk sebagai moderator dapat memperkuat atau memperlemah hubungan antara travel motivation terhadap visit intention pada spa di Bali di masa pandemi COVID-19. Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner dalam bentuk google form kepada 160 responden yang pernah mengunjungi spa dan data yang didapat diolah menggunakan SmartPLS. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perceived risk sebagai moderator tidak memperlemah dan juga tidak memperkuat hubungan antara travel motivation terhadap visit intention. Dapat disimpulkan bahwa perceived risk tidak mempengaruhi hubungan travel motivation dengan visit intention pada spa di Bali di masa pandemi COVID-19.