Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelPada suatu perusahaan, pihak manajemen perlu menyediakan berbagai
hal yang mendukung karyawannya dalam melakukan pekerjaannya. Berbagai
pendukung yang dibutuhkan misalnya standard procedure dan job description.
Hal pertama yang dibutuhkan adalah standard procedure (SP). Dari SP ini
karyawan dapat melakukan pekerjaannya sesuai dengan standar yang diinginkan
perusahaan. Hal kedua adalah job description tiap karyawan. Dengan adanya job
description, karyawan dapat memahami tentang apa saja yang menjadi tanggung
jawabnya. Selain menyediakan pendukung pekerjaan karyawannya, perusahaan
juga perlu untuk melakukan penilaian terhadap karyawannya, baik itu penilaian
yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun penilaian terhadap hal-hal yang
bersifat rutinitas. Hal-hal rutinitas misalnya mengenai absensi. Pihak perusahaan
perlu mengetahui bagaimana perilaku karyawannya dalam hubungannya dengan
absensi. Sedangkan untuk penilaian yang berhubungan dengan pekerjaannya,
sebagai contoh perusahaan perlu mengetahui apakah karyawannya telah
dimanfaatkan secara maksimal atau belum. Hal yang berhubungan dengan
pelaksanaan SP maupun perbaikan yang dapat dilakukan, pengolahan data absensi
karyawan, pengukuran beban kerja, dan penyusunan job description pada PT
"AH" akan dibahas pada makalah ini.
Dari semua SP yang telah diperbaiki kemudian dicari akar masalahnya
dengan menggunakan Fishbone Diagram. Dari Fishbone Diagram ditemukan
empat akar masalah yang paling sering muncul, yaitu kurangnya training,
kurangnya sosialisasi, letak printer terlalu jauh, dan workload yang tinggi. Dari
analisa absensi ditemukan bahwa di antara data ketidakhadiran, keterlambatan,
dan karyawan pulang lebih awal, data ketidakhadiranlah yang paling bermasalah.
Bulan dan departemen yang bermasalah dan perlu diperhatikan dalam masalah
ketidakhadiran karyawan adalah bulan Oktober 2006, Januari 2007, Desember
2006, September 2006, dan departemen TAX, Recruitment, ODM, C&B, PFP,
Accounting, PPK, Payroll, dan Marketing. Dari pengolahan data absensi juga
dapat disimpulkan bahwa terdapat permasalahan dalam perilaku karyawan dan
sistem absensi, karena rata-rata ketidakhadiran karyawan adalah sebesar 19.2%.
Dari pengukuran workload ditemukan bahwa Personalia Analyst di PT
"AH" sudah dimanfaatkan secara maksimal, bahkan efektivitasnya melampui
batas yang diharapkan oleh perusahaan. Efektivitas Personalia Analyst adalah
sebesar 88.57%, sedangkan tingkat efektivitas yang diharapkan oleh pihak
perusahaan adalah sebesar 75%. Ini berarti atasan diperbolehkan menambah
seorang Personalia Analyst lagi.
Dari job description yang telah dibuat, dilakukan evaluasi pemberian
level dengan menggunakan "AH" Systems. Level baru yang dihasilkan sedikit
berbeda dengan level lama. Setidaknya ada tujuh posisi yang mengalami
perubahan, dua posisi diantaranya mengalami kenaikan dan lima lainnya
mengalami penurunan level.