Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelSalah satu masalah yang timbul bagi seorang kontraktor pada saat
mengikuti penawaran konstruksi adalah menentukan besarnya penawaran yang
optimum. Apabila mark up yang diajukan terlalu tinggi maka ia dapat kehilangan
kesempatan mendapatkan proyek, tetapi bila penawaran yang diminta terlalu
rendah maka bisa menimbulkan kerugian bagi perusahaan ataupun kontraktor itu
sendiri. Maka dari itu diperlukan nilai penawaran yang optimum sehingga
kontraktor bisa mendapatkan proyek tapi juga dapat menghasilkan keuntungan
yang optimum.
Model utilitas ini mempertimbangkan faktor-faktor internal yang
kemudian dibuat grafik untuk tiap-tiap faktor tersebut sehingga dapat menentukan
nilai penawaran yang optimum.
Dalam membuat grafik digunakan kuesioner untuk menentukan titik-titik
dalam grafik. Dalam kuesioner tersebut juga ditanyakan mengenai pembobotan
dari masing-masing faktor internal tersebut. Kuesioner disebarkan pada kontraktor
dengan kualifikasi A yang berdomisili di Surabaya.
Hasil kuesioner diolah dengan analisa mean untuk mendapatkan titik-titik
dalam grafik model utilitas yang dapat dipergunakan untuk mendapatkan profit
margin yang optimum dalam tender. Grafik utilitas yang dihasilkan merupakan
perbandingan antara faktor-faklor internal dengan profit margin.
Gralik-grafik yang dihasilkan dapat dipergunakan oleh praktisi di bidang
konstruksi untuk menentukan profit margin secara cepat yang dapat digunakan
sebagai acuan dalam melakukan penawaran tender, dengan catalan bahwa
pembobotan untuk tiap-tiap faktor dapat disesuaikan dengan subjektifitas dari
tiap-tiap kontraktor.