Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelPenjadwalan produksi sangatlah diperlukan dalam perusahaan
manufakturing lerutama perusahaan yang memproduksi berbagai macam tipe
produk dengan melalui aliran produksi yang sama (sistem produksi flowshop).
Penjadwalan produksi ini diperlukan untuk mengatur dan menetapkan urutan
pengcrjaanyo/j pada mesin-mesin proses, karena biasanya dalam sistem flowshop
ini mesin yang digunakan untuk proses jumlahnya terbatas sedangkan jumlah tipe
job yang hams dikerjakan relatif banyak.
Oleh karena itu dengan adanya penjadwalan yang tepat diharapkan akan
mampu menghasilkan nilai makespan yang minimum. Nilai makespan merupakan
waktu penyelesaian job terakhir yang meninggaikan sistem. Tanpa adanya
penjadwalan produksi yang tepat maka akan mengakibatkan waktu yang
dibutuhkan untuk memproduksi job-job tersebut menjadi lebih lama sehingga
akan berdampak pada peningkatan biaya produksi serta adanya waktu idle mesin
yang besar.
Dengan bertolak pada masalah di atas, maka penulis berkeinginan untuk
melakukan penelitian dan perbandingan diantara keempat metode penjadwalan
yang ada yaitu metode heuristic NEH, CDS, HC dan SPIRIT dengan tujuan untuk
mengetahui metode mana yang paling mampu meminimasi makespan. Adapun
data yang digunakan oleh penulis sebagai bahan perbandingan adalah data waktu
proses yang diperoleh penulis dengan melakukan pengamatan di CV. Sinar Baja
Electric.
Hasil akhir yang diperoleh dari perbandingan tersebut, ternyata metode
heuristic SPIRITlah yang mampu menghasilkan makespan yang paling minimum.
Oleh karenanya, diharapkan nantinya metode penjadwalan SPIRIT dapat
diterapkan pada penjadwalan produksi di perusahaan ini.