Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelDari ketiga artikel yang ada, penulis dapat mengambil suatu hasil penelitian yang
sangat berguna bagi kita, yaitu bagaimana seseorang dapat merasakan kepuasan kerja di
dalam lingkungan kerjanya. Karena dari tiap-tiap artikel ini, peneliti mendasarkan
penelitiannya pada kepuasan kerja dengan dampak maupun kaitan hubungannya dengan
salesperson.
Kepuasan kerja menjadi topik penelitian ekstensif di dalam upaya memahami
perilaku dan sikap karyawan penjualan yang ditimbulkannya. Sehingga tidaklah
mengherankan apabila kepuasan kerja itu mendapat perhatian yang serius dalam
memberikan kontribusi yang cukup besar bagi literatur-literatur ilmu penjualan.
Pada artikel pertama yang ditulis oleh James S. Boles, Mark W. Johnston dan
Joseph F. Hair, Jr menjelaskan bahwa kepuasan kerja dipengaruhi oleh kelelahan
emosi pada tenaga penjualan itu sendiri, dimana kelelahan emosi ditimbulkan dari
konflik peran dan konflik pekerjaan-keluarga. Bagi seorang manajer hal tersebut harus
dapat diketahui untuk mere dam efek negatif dari kelelahan emosi yaitu kecenderungan
untuk berhenti bekerja.
Sedangkan pada artikel kedua ditulis oleh Susan K. DelVecchio dalam
menjelaskan kepuasan kerja dilihat dari menin^catnya adaptasi perilaku penjualan. Hal
ini diawali dari kualitas hubungan karyawan penjualan-manajer yaitu dengan
memberikan kebebasan ruang gerak manajerial (wewenang operasional dan membuat
keputusan bersama) pada karyawan tersebut dan pada akhirnya akan meningkatkan
kepuasan kerja karyawan itu sendiri. Sehingga dari hasil penelitian pada artikel ini
secara langsung maupun tidak langsung dap at meningkatkan motivasi keija (hasil kerja)
dan penurunan tingkal stress yang dialami oleh karyawan penjualan.
Pada artikel ke tiga yang ditulis oleh Emin Babakus, David W. Cravens, Mark
Johnston dan William C. Moncrief dal am menjelaskan kepuasan kerja telah
dipengaruhi oleh kelelahan emosional yang disebabkan adanya stress dari konflik peran
dan ketidakjelasan peran. Dal am artikel ini penurunan kepuasan keija dap at
menurunkan komitmen tenaga penjualan terhadap perusahaan sehingga berdampak
meningkatnya keinginan untuk meninggalkan pekerjaan akibat dari kelelahan emosional
tersebut
Akhimya, jika ketiga artikel ini dijadikan satu bagian, maka akan menjadi suatu
rumusan yang sangat baik dan penting bagi manajer dal am usahanya untuk meningkatkan
kepuasan keija dari tenaga penjualan. Makamelalui ketiga artikel ini diharapkan para
manajer dap at meningkatkan kepuasan keija dal am bidang pemasaran, dimana tidak
hanya memperhatikan pada faktor internal (seperti kelelahan emosi) dari tenaga
penjualan itu sendiri tetapi juga mulai memperhatikan faktor eksternal (seperti
peningkatan kualitas hubungan tenaga penjualan-manajer).