Please take a moment to complete this survey below
Library's collection Library's IT development CancelStudi terdahulu menyatakan bahwa Perceived of Usefulness (PU) dan Perceived Ease of Use (PE) berperan penting dalam penetrasi nasabah Milenial untuk menempatkan dana dan menggunakan layanan bank digital. Walaupun demikian, sangat sedikit studi yang meneliti pengaruh kedua faktor tersebut pada calon nasabah Generasi X. Bagi Generasi milenial kehadiran era serba digital cocok dengan kebutuhan karena mereka lahir pada era yang selaras dengan perkembangan teknologi yang pesat. Sementara bagi Gen X keunggulan Bank Digital dibandingkan dengan Bank Konvensional akan memberikan kemudahan tertentu terutama pada efisiensi mobilitas. Hal ini menjadi menarik karena Gen X (1965-1980) yang mayoritas adalah nasabah bank konvensional, sangat mungkin memiliki potensi kapitalisasi dana lebih besar dibanding Gen Milenial (1981-1996). Untuk menelaah celah penelitian tersebut, thesis ini mengangkat keberadaan Internet Only Bank (IOB), bank digital di Indonesia yang menggunakan konsep branchless, sebagai objek penelitian. Data berasal dari survei masing-masing 100 responden Gen X dan 100 responden Gen Milenial yang berdomisili di Gerbangkertasusila. Menggunakan analisis regresi linear berganda, penelitian ini menguji apakah PoU dan PEoU berpengaruh positif terhadap Intention to Use. Penelitian ini kemudian menyertakan dua anteseden lain dari literatur Technological Acceptance Model (TAM) terkini yaitu Perceived Risk dan Trust. Kedua anteseden ini menguji perbedaan proses berpikir antar nasabah Gen X vs Gen Milenial dan untuk menghasilkan saran manajerial yang relevan. Hasilnya adalah tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap kedua generasi tersebut. Trust menjadi variabel yang memiliki hubungan signifikan untuk menjelaskan proses adopsi dari Bank Digital. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat dari segi akademis maupun praktis.