Please take a moment to complete this survey below

Library's collection Library's IT development Cancel

Perbandingan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk kawasan elite Surabaya dan Sidoarjo sesuai UU no. 12 tahun 1994

Krisis moneter yang melanda di Indonesia beberapa tahun belakangan ini
sempat menciptakan kelesuan pada perekonomian Indonesia, ini berdampak
menurunnya penerimaan negara serta terhambatnya proses pembangunan dalam
berbagai sektor. Hal ini mendorong pemerintah untuk meningkatkan penerimaan
negara yang berasal dari pajak yang salah satunya adalah Pajak Bumi dan
Bangunan (PBB). Pada dasarnya PBB terutang antara kawasan elite yang satu
dengan kawasan elite yang lain berbeda. Perbedaan inilah yang akan menjadi
permasalahan dalam penulisan skripsi ini.
Penelitian skripsi ini bersifat deskriptif, yaitu penelitian yang memberikan
gambaran kepada pembaca tentang faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya
perbedaan perhitungan PBB terutang antara kawasan elite yang satu dengan yang
lain. Pengambilan data dilakukan pada Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan
Bangunan di Surabaya dan Sidoaijo. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian
ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbandingan Dasar Pengenaan PBB
antara kawasan elite di Surabaya dengan kawasan elite di Sidoarjo.
Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang
cukup signifikan yang terjadi dalam penentuan NJOP tanah dimana NJOP tanah
di Surabaya lebih tinggi dibandingkan dengan NJOP tanah di Sidoarjo dengan
selisih sebesar Rp. 114.240.000. Hal ini disebabkan karena Surabaya merupakan
pusat pemerintahan di Jawa Timur yang telah memiliki tata susunan perumahan
yang cukup baik sedangkan Sidoarjo hanya sebuah kabupaten dimana Sidoarjo
baru berkembang pada saat kota Surabaya sudah penuh (faktor yang paling
utama). Selanjutnya perbedaan juga disebabkan karena lokasi, aksesibilitas dan
harga pasar atas tanah. Untuk bangunan juga terdapat perbedaan yang cukup
signifikan dimana NJOP bangunan di Surabaya lebih tinggi dibandingkan dengan
NJOP bangunan di Sidoarjo dengan selisih sebesar Rp. 26.085.000. Hal ini
disebabkan karena perbedaan Daftar Biaya Komponen Bangunan (DBKB). Faktor
yang lain adalah perbedaan harga material dan tingkat upah serta kebijakan
pemerintah daerah dalam menentukan besamya DBKB. Akibat perbedaan NJOP
tanah dan NJOP bangunan untuk kedua kawasan tersebut maka terdapat juga
perbedaan perhitungan PBB terutang, dimana PBB terutang untuk obyek pajak di
Surabaya lebih tinggi dibandingkan dengan obyek pajak di Sidoarjo dengan
selisih sebesar Rp. 140.325.2001.

Creator(s)
  • (32497022) INDRA CAHYONO
Contributor(s)
  • Yenni Mangonting → Advisor 1
  • Devie → Examination Committee 1
Publisher
Universitas Kristen Petra; 2001
Language
Indonesian
Category
s1 – Undergraduate Thesis
Sub Category
Skripsi/Undergraduate Thesis
Source
Skripsi No. 102/97/FE.AK/2001; Indra Cahyono (32497022)
Subject(s)
  • TAX ACCOUNTING
File(s)

Similar Collection

by creator, contributor, or subject